A. Rasional
Capaian Pembelajaran mata pelajaran Teknik Pemesinan memuat kompetensi dan materi esensial yang harus dikuasai murid dan berkontribusi dalam mewujudkan delapan dimensi profil lulusan yaitu Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, dan Komunikasi. Kolaborasi dan komunikasi yang lebih kuat dalam upaya memenuhi Capaian Pembelajaran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan murid.
Mata pelajaran Teknik Pemesinan menggunakan berbagai pendekatan, model, strategi, serta metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kompetensi dengan merujuk pada Kepmenaker RI Nomor 109 Tahun 2018 tentang Penetapan SKKNI Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL Bidang Industri Logam Mesin dengan mempertimbangkan deskripsi jenjang kualifikasi 2 pada KKNI. Proses pembelajaran ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan yang merupakan tiga prinsip utama pendukung Pembelajaran Mendalam.
Penerapan Pembelajaran Mendalam ini diharapkan akan memberikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi bagi murid. Selain itu penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam dikuatkan melalui praktik pedagogik dari guru, terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi murid, pemanfaatan teknologi digital, serta kemitraan pembelajaran yang terjalin secara optimal.
Pelaksanaan pembelajaran Teknik Pemesinan berpusat pada murid (student-centered learning) dengan menerapkan berbagai model pembelajaran seperti pembelajaran berbasis inkuiri (inquiry-based learning), pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), pembelajaran berbasis projek (project-based learning), teaching factory, kunjungan serta praktik langsung di industri, flipped classroom atau metode lain yang relevan dalam rangka mewujudkan delapan dimensi profil lulusan.
B. Tujuan
Mata pelajaran Teknik Pemesinan bertujuan membekali murid dengan hard skills dan soft skills untuk:
1. menerapkan gambar teknik manufaktur meliputi teknik rancang gambar dua dimensi dan teknik rancang gambar tiga dimensi dengan menerapkan penggunaan teknologi CAD;
2. menerapkan teknik pemesinan bubut meliputi teknik pembubutan benda sederhana dan teknik pembubutan benda rakitan yang kompleks;
3. menerapkan teknik pemesinan frais meliputi teknik pengefraisan benda sederhana dan teknik pengefraisan benda rakitan yang kompleks;
4. menerapkan teknik pemesinan gerinda meliputi teknik penggerindaan pahat dan alat potong serta teknik penggerindaan benda sederhana dan kompleks; dan
5. menerapkan teknik pemesinan nonkonvensional meliputi teknik pengoperasian mesin, pemrograman NC/CNC secara manual dan mengevaluasi pemrograman NC/CNC menggunakan teknologi CAM;
6. menerapkan manajemen pekerjaan (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, presentasi) dan kerja sama tim; dan
7. beradaptasi pada konteks atau situasi kerja yang berbeda.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Teknik Pemesinan membekali murid dalam kompetensi tingkat menengah serta lanjut yang harus dimiliki oleh seorang tenaga operator, teknisi junior, dan jabatan profesi lainnya terkait pekerjaan teknik pemesinan. Mata pelajaran ini juga membekali murid untuk berwirausaha dan melanjutkan studi yang relevan dengan bidang teknik pemesinan. Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Teknik Pemesinan adalah sebagai berikut.
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Gambar Teknik Manufaktur |
Meliputi aturan gambar dan tanda pengerjaan, perancangan gambar sederhana, perancangan gambar detail, dan perancangan gambar rakitan kompleks menggunakan aplikasi teknologi CAD (software) yang relevan. |
|
Teknik Pemesinan Bubut |
Meliputi parameter-parameter pemotongan pekerjaan bubut, persiapan pekerjaan bubut, pembubutan untuk jenis pekerjaan tertentu, pembubutan eksentrik, pembubutan profil, pembubutan benda dengan alat bantu, dan pembubutan benda rakitan yang kompleks. |
|
Teknik Pemesinan Frais |
Meliputi parameter-parameter pemotongan pekerjaan frais, persiapan pekerjaan frais, pengaturan benda kerja sesuai tingkat kepresisian yang dibutuhkan, pengefraisan untuk pekerjaan tertentu, pengefraisan dengan alat bantu, pengefraisan benda sederhana, dan pengefraisan benda rakitan yang kompleks. |
|
Teknik Pemesinan Gerinda |
Meliputi persiapan pekerjaan gerinda, pembentukan pengasahan pahat dan alat potong, penggerindaan datar, pengerjaan gerinda benda sederhana, pengerjaan gerinda benda kompleks, dan evaluasi hasil penggerindaan. |
|
Teknik Pemesinan Non Konvensional |
Meliputi persiapan pengoperasian, pengoperasian mesin, sistem koordinat, pemrograman, pengeditan program simulator dan atau mesin NC/CNC, dan import pemrograman dari software CAM. |
D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Gambar teknik manufaktur
Menerapkan perancangan gambar sederhana, gambar detail, dan gambar rakitan yang kompleks sesuai aturan gambar dan tanda pengerjaan menggunakan teknologi CAD.
2. Teknik pemesinan bubut
Menerapkan pembubutan untuk jenis pekerjaan tertentu, pembubutan eksentrik, pembubutan profil, pembubutan benda dengan alat bantu, dan pembubutan benda rakitan yang kompleks.
3. Teknik pemesinan frais
Menerapkan pengaturan mesin dan benda kerja sesuai tingkat kepresisian yang dibutuhkan, pengefraisan untuk pekerjaan tertentu, pengefraisan dengan alat bantu, pengefraisan benda sederhana, dan pengefraisan benda rakitan yang kompleks.
4. Teknik pemesinan gerinda
Menerapkan pengasahan pahat dan alat potong, penggerindaan datar, pengerjaan gerinda benda sederhana, pengerjaan gerinda benda kompleks, dan mengevaluasi hasil penggerindaan.
5. Teknik pemesinan nonkonvensional
Menerapkan pengeditan program simulator dan/atau mesin NC/CNC, pengoperasian mesin NC/CNC, dan mengevaluasi pemrograman dengan software CAM.