A. Definisi Fluida
Fluida merupakan zat, sebagai
cairan atau gas, yang mampu mengalir dan berubah bentuk pada tingkat yang
stabil ketika ditindaklanjuti oleh kekuatan atau tekanan. Fluida adalah suatu
benda atau zat yang bisa mengalami perubahan-perubahan bentuknya secara continue/terus-menerus bila terkena
tekanan/gaya geser walaupun relatif kecil atatu bisa juga dikatakan suatu zat
yang mengalir, kata fluida mencakup zat cair, gas, air, dan udara karena
zat-zat ini dapat mengalir. Sebaliknya batu dan benda2 keras
(seluruh zat-zat padat tidak dapat dikategorikan sebagai fluida karena zat-zat
tersebut tidak bisa mengalir secara continue). Fluida adalah gugusan yang
tersusun atas molekul2 dengan jarak pisah yang cukup besar untuk gas
dan jarak pisah yang cukup kecil untuk zat cair.
Molekul2 tersebut tidak dapat
terikat pada suatu sisi, melainkan zat-zat tersebut saling bergerak bebas
terhadap satu dengan yang lainnya. Fluida merupakan salah zat-zat yang
bisa mengalir yang mempunyai partikel kecil sampi kasat mata dan mereka dengan
mudah untuk bergerak serta berubah-ubah bentuk tanpa pemisahan massa.
Fluida adalah benda yang
dapat mengalami perubahan bentuk secara terus menerus karena gaya gesek yang
bekerja terhadapnya. Fluida di bagi menjadi2 bagian di antaranya adalah
1. Fluida Statis
(fluida yang diam)
merupakan fluida yang berada dalam
keadaan diam dan tidak bergerak. Contoh dari fluida statis yaitu air dalam
ember, air sumur, air dalam botol minuman. Fluida statis ini merupakan cikal
bakal para ilmuwan fisika menemukan hukum dasar fisika seperti hukum Archimedes,
hukum Pascal, hukum Boyle, teori tekanan hidrostatik. Beberapa contoh aplikasi
yang berhubungan dengan fluida statis yaitu kapal yang melayang dan mengapung
di air, dongkrak hidrolik yang dapat mengangkat benda berat.
2. Fluida Dinamis
(fluida yang bergerak)
merupakan fluida yang berada dalam
keadaan bergerak atau mengalir. Contoh dari fluida dinamis yaitu angin, air
mengalir dari selang, aliran air sungai. Fluida dinamis ini merupakan media
ditemukannya energi potensial yang dapat digunakan sebagai seumber energi
listrik. Beberapa contoh aplikasi yang berhubungan dengan fluida dinamis yaitu
pembuatan PLT air dinama aliran air menggerakan kincir dan menghasilkan
listrik, PLT angin dimana angin yang bertiup menggerakan turbin angin dan
menghasilkan listrik.
B. Hukum Pascal
Hukum Pascal dinyatakan oleh seorang
filsuf sekaligus ilmuwan Prancis, Blaise Pascal (1623-1662) menyatakan bahwa:
“Jika tekanan eksternal diberikan
pada sistem tertutup, tekanan pada setiap titik pada fluida tersebut akan
meningkat sebanding dengan tekanan eksternal yang diberikan.”
Hukum Pascal ini menggambarkan bahwa setiap
kenaikan tekanan pada
permukaan fluida, harus diteruskan ke segala arah fluida tersebut. Hukum pascal
hanya dapat diterapkan pada fluida, umumnya fluida cair.
Rumus hukum Pascal dalam sistem tertutup dapat disimpulkan dengan:
Agar lebih simpel, formula diatas ditulis dengan
Seperti yang sudah kita tahu bahwa
tekanan adalah gaya dibagi besar luasan penampangnya (P = F/A), maka persamaan
diatas dapat ditulis kembali sebagai berikut:
Atau
Besarnya keuntungan mekanis dari sistem fluida/hidrolik yang menggunakan hukum Pascal dapat diketahui dari rasio gaya yang keluar dibagi gaya yang diberikan.
Karena luasan penampang berbanding lurus dengan gaya, maka keuntungan mekanis juga dapat langsung diketahui dari rasio kedua luasan penampang.
Perhatikan gambar mekanisme
hidrolik diatas. Karena cairan tidak dapat ditambahkan ataupun keluar dari
sistem tertutup, maka volume cairan yang terdorong di sebelah kiri akan
mendorong piston (silinder pejal) di sebelah kanan ke arah atas. Piston di
sebelah kiri bergerak ke bawah sejauh h1 dan piston sebelah kanan bergerak
ke atas sejauh h2.
Sesuai hukum Pascal, maka:
Penerapan Hukum Pascal
Hukum Pascal banyak diterapkan untuk
memudahkan pekerjaan manusia. Salah satu contoh yang paling sederhana adalah
pengungkit hidrolik. Pada pengungkit hidrolik, sedikit gaya masuk yang
diberikan digunakan untuk menghasilkan gaya keluar yang lebih besar dengan cara
membuat luasan piston bagian luar lebih besar daripada luasan piston bagian
dalam. Dengan cara ini, keuntungan mekanis yang didapatkan akan berlipat ganda
tergantung rasio perbedaan luasan piston. Sebagai contoh, jika luasan piston
luar 20 kali lebih besar daripada piston bagian dalam, maka gaya yang keluar
dikalikan dengan faktor 20; sehingga jika gaya yang diberikan setara dengan 100
kg, maka dapat mengangkat mobil hingga seberat 2000 kg atau 2 ton.
Archimedes merupakan seorang
ilmuwan terkemuka yang berasal dari Syracusa, Yunani. Ilmuwan satu ini
diprediksi hidup di zaman 287 – 212 sebelum Masehi. Sebagai seorang ilmuwan
besar di zaman itu, Archimedes mampu menguasai beberapa bidang sekaligus, mulai
Matematika, Fisika, Filsafat, Astronomi, dan Teknik. Kisah Archimedes mulai
dikenal setelah ia diminta oleh Raja Hiero II untuk membuktikan kemurnian emas
mahkota milik sang raja.
Mendapatkan
tugas seperti itu, Archimedes tidak tinggal diam. Ia berpikir keras untuk
memecahkan masalah ini. Oleh karena tak kunjung mendapatkan solusi, Archimedes
kesal lalu menceburkan dirinya ke dalam bak mandi. Saat ia masuk ke dalam bak
mandi yang penuh dengan air, ternyata ada air yang tumpah ke lantai. Berbekal
dari hal sepele itulah kemudian Archimedes berhasil membuktikan kemurnian emas
milik sang raja. Bagaimana caranya?
Archimedes memasukkan
mahkota ke dalam air. Perubahan volume air akibat adanya mahkota tersebut
dijadikan dasar untuk mencari massa jenis, yaitu membagi massa mahkota dengan
besarnya perubahan volume air. Massa jenis yang ia peroleh dari hasil percobaan
itu disamakan dengan massa jenis emas murni. Terbukti, jika emas yang ada di
mahkota raja ternyata bukan emas murni, melainkan campuran.
Hukum Archimedes menyatakan bahwa
benda yang dicelupkan ke dalam zat cair, akan mengalami gaya angkat ke atas
yang besarnya sama dengan zat cair yang dipindahkan. Gaya angkat ke atas inilah
nantinya disebut sebagai gaya Archimedes. Adapun ilustrasinya, ditunjukkan oleh
gambar berikut.
Berbekal pernyataan yang telah
disebutkan sebelumnya, gaya Archimedes bisa dirumuskan sebagai berikut.
Keterangan:
FA = gaya angkat ke atas atau gaya
Archimedes (N);
ρf = massa jenis fluida (kg/m3);
g = percepatan gravitasi Bumi (m/s2);
dan
Vbf = volume benda tercelup (m3).
Ternyata,
konsep gaya angkat ke atas ini menyebabkan tiga kemungkinan posisi benda di
dalam zat cair, yaitu terapung, melayang, dan tenggelam. Bagaimana syarat benda
dikatakan terapung, melayang, dan tenggelam? Perhatikan gambar berikut.
Jika
Quipperian perhatikan, gaya Archimedes menyebabkan berat benda di dalam zat
cair seolah berbeda dengan beratnya di udara. Apakah benar? Jawabannya adalah
benar karena saat ditimbang, berat benda di dalam zat cair lebih kecil
dibandingkan di udara. Oleh karena itu, berat benda di dalam zat cair disebut
sebagai berat semu. Secara matematis, berat semu dirumuskan sebagai berikut.
Keterangan:
wbf = berat benda di dalam fluida (N);
wu = berat benda di udara (N);
FA = gaya Archimedes (N);
ρb = massa jenis benda (kg/m3);
ρf= massa jenis fluida (kg/m3);
Vbf =
volume benda tercelup (m3); dan
g = percepatan gravitasi (m/s2).
D. Soal-soal
1. Apakah
yang dimaksud dengan fluida?
2. Apakah
kelebihan mesin dengan penggerak fluida?
3. Sebutkan
kekurangan mesin yang menggunkan fluida?
4. Sebutkan
jenis fluida yang sering dipakai dalam dunia teknik?
5. Sebuah
benda seberat 40 N diletakkan di atas meja. Jika luas alas penampang benda
tersebut 20 cm2, maka besar tekanan yang diberikan benda tersebut terhadap meja
adalah
Daftar pustaka
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/fisika/hukum-archimedes/
https://www.studiobelajar.com/hukum-pascal/
http://sekitarkita0.blogspot.com/2018/07/pengertian-fluida-jenis-tekanan-kedalaman-fluida.html




Tidak ada komentar:
Posting Komentar